Pelaksanaan Ujian Madrasah Tahun Ajaran 2025/2026 resmi dimulai secara nasional, tanpa kecuali di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Al Zahrah, Bireun.
Sejak pagi para santri kelas IX tampak berdatangan memasuki lingkungan madrasah. Mereka berkumpul di depan aula mengikuti arahan awal sebelum pelaksanaan ujian dimulai.
Ujian madrasah dijadwalkan berlangsung selama sepekan mulai tanggal 22 hingga 28 April 2026. Sebanyak 66 santri tercatat sebagai peserta, terdiri dari 27 santri putra dan 39 santri putri.
Sebagai pengganti Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) dan ujian Nasional (UN), ujian madrasah bertujuan mengukur pencapaian hasil belajar berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) seperti yang ditetapkan oleh Kementerian Agama.

Kepala MTs Al Zahrah, Zuryati, S.Pd., M.M menyatakan ujian madrasah adalah salah satu penentu kelulusan santri atau tidak. Ia menekankan pentingnya manajemen waktu yang baik dan maksimal demi memperoleh nilai yang maksimal.
“Jangan sampai menyesal di kemudian hari,” pesan Zuryati.
Salah satu santri kelas IX Ahmad Luthfi, mengaku telah menyiapkan diri mulai dari belajar, mengkaji kisi-kisi ujian dan berdoa.
“Sebelum ujian dimulai saya membaca kembali supaya tidak lupa,” ungkapnya optimis.
Sementara pimpinan Pesantren Al Zahrah, H M Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag turut memberikan motivasi kepada para santri. Ia menyampaikan bahwa dengan ujian seseorang dapat dimuliakan atau dihinakan.
Jika mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya maka akan membawa kepada kemuliaan.
Di akhir arahannya, Fadhil juga menyampaikan agenda mendatang yang menyenangkan bagi santri. Ia mengimbau pasca ujian para santri tetap mempersiapkan diri.
“Setelah ujian madrasah, kita akan adakan rihlah dan festival seni dan olahraga,” tutupnya disambut aplaus para santri.

(rn)

