Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen kembali menggelar wisuda santri akhir angkatan XXV yang berlangsung khidmat di Aula Pesantren, Senin (20/4/2026).
89 santri yang diwisuda terdiri atas 46 santri putra dan 43 santri putri, 5 di antaranya meraih predikat terbaik (mumtaz). Mereka adalah Arya Bagus Witantri, Arifin Ilham, Raffi Maulana, Sri Mulida, Aira Misrina, Geby Nurisa, Widia Al Putri Amisa dan Dina Munira.
Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Wakil Ketua Yayasan Al Zahrah Haji Samidan, SE, Direktur Pesantren H M Fadhil Rahmi, Kabid Pendidikan dan Pengajaran Ikhwan Ramadhan, M.Ag, Kepala Madrasah Aliyah Munawar dan Kepala Tsanawiyah Zuriyati, M.M.
Pimpinan Pesantren Al Zahrah, H Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag dalam sambutannya menyampaikan para santri tidak hanya lulus dari bangku pesantren, tapi mereka juga telah lolos dan diterima di universitas negeri baik dalam maupun luar Aceh.
Sebutnya, sebanyak 20 santri khataman atau sekitar 23 persen diterima melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), sementara itu 4 santri lain lulus jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Alumni Pimpin Pesantren

Di hadapan para lulusan dan tamu, Fadhil juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para santri lulusan yang akan berkontribusi di masyarakat luas. Mereka diharapkan menjadi duta yang berkiprah di daerahnya masing-masing.
Ia menyebutkan banyak alumni Al Zahrah yang telah menjadi pimpinan pesantren ternama khususnya di Bireuen. Itu menujukkan bahwa lulusan pesantren Al Zahrah adalah berkualitas, mampu dan berdedikasi tinggi.
“Sebut saja, ustaz Qamar Syafawi pimpinan Pesantren Ummul Qura, ustaz Muhammad Najid Akhtar, pimpinan Dayah Terpadu Jami’ah Al Zanjabil di Bireuen, dan pimpinan Dayah Tahfidzul Qur’an Al-Arabiyah Bireuen ustaz Iskandar,” paparnya disambut gemuruh tepuk tangan ratusan yang berhadir.
Dalam kesempatan itu, wakil ketua Yayasan Al Zahrah, Haji Samidan, SE menyatakan siap mendukung apa saja demi keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan di Al Zahrah. Dirinya mengaku diamanat oleh Haji Subarni, pendiri sekaligus ketua pembina Yayasan Pendidkan Al Zahrah untuk tetap menjaga dan memperjuangkan Al Zahrah demi mendidik dan melahirkan generasi Aceh yang unggul dan berakhlak di masa yang akan datang.
Apresiasi Santri dan Orang Tua

Sementara perwakilan santri kelas akhir, Handriyan Prayuda, menyampaikan bahwa apa yang telah mereka raih hari ini adalah berkat bimbingan ilmu, moral semua asatiz dan para guru di Al Zahrah.
“Hanya doa dan ribuan rasa syukur dan terima kasih yang dapat kami sampaikan kepada setiap guru kami yang telah ikhlas dalam mendidik kami selama enam tahun lamanya. Sekali lagi terima kasih guru-guru kami, orang tua yang terus mendoakan kami,” ungkap Handriyan disambut haru seluruh orang tua dan tamu undangan.
Selain itu, perwakilan wali santri, Zainuddin mengaku bangga dan bersyukur atas apa yang diperoleh oleh anak-anak mereka hingga akhir perjuangan Al Zahrah.
Di tengah rasa rindu dan tulis para orang tua senantiasa melangitkan doa dan harapan demi terwujudnya cita-cita setiap buah hati mereka di Al Zahrah.
Dirinya mengaku, apa yang diraih dan dimiliki kemampuannya oleh para santri lulusan adalah bukti bahwa pesantren Al Zahrah telah memberikan yang terbaik.
“Kami sangat senang, mereka semakin shaleh, anak-anak kami ketika pulang di saat libur mampu berbicara dalam bahasa Arab dan Inggris,” ungkapnya.
Serangkaian acara berlangsung khidmat dan tertib turut dihadiri, Asisten III Bupati Bireuen Zamzami, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Bireuen Anwar, Wakil Ketua Yayasan Al Zahrah Haji Samidan, Para Alumni Al Zahrah dan orang tua santri. [rn]

